LAPORAN PPL
BAB
II
MASALAH
YANG DI ALAMI PRAKTIKAN SELAMA PELAKSANAAN PPL KEPENDIDIKAN
2.1
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Berbagai masalah yang dialami praktikan dalam penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), di antaranya :
1.
Model
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang di buat praktikan berbeda-beda
per orangnya maupun per program studi, sehingga praktikan
terkadang menemui kendala dalam melakukan, meminta masukan/pendapat sesama
praktikan.
2.
Model
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang ditentukan oleh guru
pamong/pembimbing untuk praktikan berbeda dengan buku panduan.
3.
Praktikan
masih mengalami kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran yang tepat
dengan materi pembelajaran dan kondisi peserta didik.
4.
Praktikan
masih belum sepenuhnya memahami kurikulum 2013 yang baru-baru ini menjadi
pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran dalam kelas.
2.2
Proses Penampilan
1.
Dalam
proses penampilan belajar masalah yang dihadapi adalah kepercayaan diri dan
ketegasan yang masih jauh dari kata sempurna (khususnya untuk yang baru pertama
kali mengajar), sehingga masih banyak praktikan yang mengalami demam panggung
saat tampil di depan kelas. Hal ini menyebabkan kecanggungan antara siswa
dengan murid dalam melakukan proses pembelajaran.
2.
Kesulitan
dalam menerapkan durasi waktu pembelajaran sesuai dengan yang telah direncanakan
dalam RPP.
3.
Metode
pembelajaran yang telah direncanakan dalam RPP terkadang tidak dapat berjalan
sesuai rencana.
4.
Kurangnya
persiapan yang matang sebelum melaksanakan KBM, karena sebagian dari kami
diminta secara mendadak untuk mengajar dan membuat proses penampilan pun
seadanya.
2.3
Partisipasi Dalam Kehidupan Sekolah / Tempat Latihan
Partisipasi
dalam kehidupan sekolah yang di lakukan Praktikan, yaitu :
1.
Ikut
serta dalam pelaksanaan Upacara Bendera yang dilaksanakan tiap hari Senin
bersama dengan Kepala Sekolah dan Guru-guru.
2.
Ikut
serta dalam pelaksanaan tugas piket guru. Dimana seluruh praktikan dikenakan
giliran piket guru.
3.
Ikut serta dalam segala kegiatan/acara
yang diadakan oleh sekolah seperti IHT
(In House Training) Pengimbasan
Kurikulum 2013, tim pengawas seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN), pengawas
Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
4.
Ikut serta dalam kegiatan ekskul,
seperti kegiatan ekskul SEC.
2.5 Proses
Bimbingan
2.5.1
Dengan
Guru Pembimbing PPL
Praktikan selalu menyempatkan diri untuk meminta bimbingan
kepada guru pamong khususnya bila mengalami kendala/kesulitan. Baik dalam
penyusunan RPP maupun ketika proses penampilan.
Guru pamong
senantiasa memberikan saran terkait dengan pembelajaran yang hendak praktikan
lakukan. Sebelum latihan mengajar di
kelas, praktikan terlebih dahulu mengonsultasikan perangkat mengajarnya kepada
guru pamong. Guru pamong tak segan-segan memberi bantuan kepada praktikan baik
yang menyangkut penyusunan perangkat maupun latihan mengajar di kelas. Guru
pamong memberikan saran dan kritik yang membangun kepada praktikan yang tentu
sangat bermanfaat.
2.5.2
Dengan
Dosen Pembimbing PPL
Bimbingan yang dilakukan antara praktikan dengan dosen
pembimbing selama kegiatan PPL berlangsung dengan baik. Kemudahan dan kesiapan
yang diberikan oleh Dosen pembimbing membuat suasana bimbingan lebih nyaman dan
santai sehingga praktikan dapat dengan mudah melakukan diskusi secara langsung
dan terbuka dengan Dosen pembimbing.
Hal-hal yang
dikoordinasikan mengenai materi yang diajarkan, sistem pengajaran yang
baik, kesulitan-kesulitan selama PPL, masalah-masalah yang menghambat selama
PPL, informasi-informasi terbaru dari tempat PPL, serta pelaksanaan ujian
praktik mengajar.
2.6 Peserta PPL Kependidikan
(Praktikan)
Masalah yang timbul diantara praktikan dikarenakan
kurangnya sosialisasi antara para praktikan sebelum dimulainya praktek PPL,
masalah – masalah yang timbul diantaranya yaitu :
1.
Sedikitnya
jumlah peserta praktikan diantara praktikan dari kelompok lain, menyebabkan kurang terorganisirnya kegiatan selama PPL seperti
kegiatan piket harian.
2.
Masih
banyaknya praktikan yang belum mengerti dan paham akan kerjasama dan peran
masing-masing dalam kelompok serta kurangnya pemahaman akan berorganisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar